Makalah Komunikasi Bahasa tubuh

Posted on May 10, 2010. Filed under: Uncategorized |

BAB I

PENDAHULUAN

                                                                                       

1.1.  Latar Belakang

Komunikasi memiliki beberapa pengertian, antara lain merupakan suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam. (Rogers & D. Lawrence Kincaid, 1981). Selain itu, ahli lainnya mengungkapkan komunikasi sebagai “Bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi.” (Shannon & Weaver, 1949).

Seperti yang telah diketahui, komunikasi terdiri dari dua jenis yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non-verbal. Komunikasi verbal merupakan proses komunikasi melalui bahasa dan kata-kata yang diucapkan. Sedangkan komunikasi non-verbal ialah penyampaian arti (pesan) tanpa kata-kata yang tercermin pada bahasa tubuh dan intonasi verbal. Penelitian  menunjukkan bahwa 80% komunikasi yang dilakukan manusia disampaikan secara non-verbal.

Umumnya, bila seseorang menangkap pesan yang tidak sesuai antara pesan verbal dan non-verbal, orang tersebut cenderung mempercayai pesan non-verbalnya. Salah satu alasannya adalah bahwa isyarat non-verbal memberi informasi mengenai tujuan dan respon emosional. Dengan demikian dapat dilihat bahwa isyarat pesan non-verbal lebih berpengaruh dalam sebuah proses komunikasi daripada isyarat verbalnya. Hal ini dikarenakan isyarat non-verbal lebih mewakili aspek psikologis atau emosional, baik yang disadari ataupun yang tidak disadari.

Bahasa tubuh merupakan salah satu jenis komunikasi non-verbal. Bahasa tubuh dapat berlawanan dengan apa yang diucapkan. Misalnya ketika harus bersikap sopan dengan seseorang yang tidak disukai, mungkin secara verbal seseorang dapat menggunakan kata-kata yang benar, namun tubuh memberontak dengan berbagai cara. Misalnya menjabat tangan sebentar saja, atau mencoba menghindar dari tatapan matanya. Dalam hal ini bahasa tubuh berlawanan dengan bahasa ucapan sehingga terbentuk dua tanda yang berbeda.

1.2. Perumusan masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah diuraikan maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut ”Bagaimana peran bahasa tubuh dalam membangun hubungan sosial”.

1.3. Tujuan

Dengan memahami komunikasi non-verbal, seseorang dapat mempelajari bahasa tubuh dan menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari. Selain itu, dapat memahami isyarat non-verbal melalui bahasa tubuh yang dikirimkan orang lain, sehingga melalui hal tersebut dapat tercipta suatu hubungan sosial yang mantap.

1.4. Manfaat

Salah satu dari banyak manfaat mempelajari bahasa tubuh adalah meningkatkan kesadaran dalam mengenal diri sendiri dan orang lain, sehingga dengan keadaan tersebut seseorang dapat membentuk suatu hubungan yang mantap dengan orang lain. Bila telah dapat menggunakan dan menafsirkan bahasa tubuh, maka tidak akan mudah tertipu oleh isyarat pesan palsu yang dikirimkan orang lain kepada kita. Di samping itu, dengan bahasa tubuh seseorang mampu memperoleh kepercayaan dari orang lain.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1. Konsep Dasar Bahasa Tubuh

Menurut David Cohen dalam buku “bahasa tubuh dalam pergaulan” yang menjelaskan tentang bahasa tubuh sebagai bentuk topeng-topeng mengungkapkan bahwa bahasa tubuh juga menyingkapkan topeng-topeng kita. Manusia belajar menggunakan topeng sejak kecil dan banyak diantara kita dapat melakukannya dengan baik. Banyak isayarat-isyarat nonverbal tantang perasaan bersifat sangat halus dan terjadi hanya sekilas. Membacanya seperti mencoba menguraikan pola dari selendang yang dipakai seseorang yang sedang lewat. Anda dapat melakukannya, tapi membutuhkan keahlian dan latihan.

Apa yang dapat menerobos topeng yang kita pakai adalah apa yang disebut oleh para ahli psikologi sebagai “isyarat yang bocor”, isyarat yang sebenarnya tidak ingin kita berikan namun tidak dapat terkontrol. Mengatur ekspresi wajah sangat mudah dilakukan. Jika anda tidak ingin tampak sedih, anda dapat berpura-pura. Lebih sulit mengatur nada suara kita atau gerakan tubuh, mereka ini sering “bocor”. Pelajari mereka dan anda akan segera tahu banyak tentang apa yang sedang dipikirkan orang lain.

Cara seseorang berbicara mencerminkan kepribadiannya. Beberapa orang bicaranya keras dan tanpa henti; orang lainnya sukar dimengerti dan beberapa sangat
diam. David Cohen tidak menyetujui anggapan bahwa orang dengan kepribadian tertentu cenderung memiliki gaya tubuh tertentu yang tidak akan sama dengan orang lain. Beberapa penelitian yang baik tentang kepribadian, menunjukkan kontras antara
ekstravert, yang ceria, ramah, cepat, tidak teliti, suka humor, tidak sabar dan memiliki
metabolisme yang tinggi dengan introvert yang teliti banyak cemas, lamban, dan kurang kemampuan dalam sosialisasi. Kepribadian yang satu tidak lebih baik dari kepribadian lainnya. Mereka adalah gaya, tapi gaya yang terungkap melalui bahasa tubuh.

                                                                                                               
Dalam hubungan antar pribadi, banyak orang merasa berada dibawah tekanan

untuk tidak menunjukkan perasaan mereka. Kita hidup melalui suatu periode perubahan sosial yang kompleks, membuat banyak dari kita merasa lebih aman bersembunyi dibalik kedok.

Dalam kamus komunikasi dari Onong U. Effendy bahwa Kinesic Communication atau komunikasi kial/komunikasi kinesik adalah komunikasi yang dilakukan dengan gerakan anggota tubuh; salah satu jenis komunikasi nonverbal.
Peter Clayton dalam buku “bahasa tubuh dalam pergaulan sehari-hari”
mengungkapkan bahwa Apa yang disebut dengan bahasa tubuh ? saya telah mengajukan pertanyaan ini kepada orang yang tak terhitung banyaknya. Jawaban yang mereka berikan tanpa kecuali sesuatu yang sejalan dengan komunikasi nonverbalyang menurut hemat saya tidak salah sejauh ini. Akan tetapi, jawaban itu tidak benar-benar menjelaskan kebenaran alami dari bahasa tubuh. Selama bertahun-tahun saya berusaha untuk menyingkat pengertian ini menjadi beberapa kalimat sederhana. Alo Liliweri dalam buku “komunikasi verbal dan nonverbal” menjelaskan bahwa bahasa tubuh adalah gerakan ; tubuh yang merupakan sebagian perilaku nonverbal (termasuk yang anda miliki) dapat disampaikan melalui simbol komunikasi kepada orang lain. Perilaku itu sangat bergantung dari erat tidaknya hubungan dengan orang lain. Dalam bagian ini akan diuraikan komunikasi nonverbal “gerak tubuh” atau yang disebut kinesik.

2.2. Sejarah Singkat Tentang Bahasa Tubuh

Selama berabad-abad, penulis-penulis besar seperti Shakespeare, telah

mengetahui bahwa sikap dan gerakan tubuh mencerminkan suasana hati. Pada cerita
“Malam Kedua-belas”, Malviolo, pelayan Olivia, membuat dirinya konyol dengan
mengenakan ikat kaos kaki kuning dan bertingkah laku aneh. Tetapi tidak ada penelitian yang teratur tentang bahasa tubuh sampai tahun 1960-an. Lalu seorang ahli psikologi Amerika Paul Elkman meneliti bagaimana kemampuan kita membaca pesan-pesan tanpa kata dari wajah-wajah orang. Seorang ahli psikologi Ingggris Michael Argyle, dari Universitas Oxford, mempelajari bahasa tubuh jenis lain yaitu gerak isyarat tubuh, sejauh mana kita menjadi akrab dengan seseorang jika kita menyentuh seseorang dan dimana kita melakukannya. Argyle dan Elkman keduanya menekankan bahwa bahasa tubuh adalah sungguh-sungguh sebuah bahasa. Anda tidak dapat melihat suatu gerakan tubuh secara tersendiri. Anda harus mempelajari pola yang utuh tentang gerakan tubuh, sikap tubuh, dan nada dari suara untuk dapat mengerti situasi secara menyeluruh. Sebagaian dari seni membaca bahasa tubuh adalah menempatkan semua tanda didalam “kelompok”, jadi seperti menyusun kata-kata menjadi kalimat yang dapat dimengerti.


BAB III

PEMBAHASAN

 

3.1. Penggunaan Bahasa Tubuh

Menurut David Cohen dalam buku “Bahasa Tubuh Dalam Pergaulan” yang
menjelaskan tentang bahasa tubuh sebagai bentuk topeng-topeng, mengungkapkan bahwa bahasa tubuh juga menyingkapkan topeng-topeng kita. Manusia belajar menggunakan topeng sejak kecil dan dapat melakukannya dengan baik melalui pembelajaran yang intensif. Banyak isyarat non-verbal tentang perasaan yang bersifat sangat halus dan terjadi hanya sekilas. Cara seseorang berbicara mencerminkan kepribadiannya. Beberapa orang bicaranya keras dan tanpa henti, orang lainnya sukar dimengerti dan beberapa sangat diam. David Cohen tidak menyetujui anggapan bahwa orang dengan kepribadian tertentu cenderung memiliki gaya tubuh tertentu yang tidak akan sama dengan orang lain.

 Sudah diterima secara luas bahwa dalam dunia bekerja di awal abad 21, keberhasilan seseorang terutama dicapai melalui orang lain. Jaman manajer otokratis sudah lama berlalu, dan dewasa ini kebanyakan orang lebih percaya pada diri sendiri daripada jaman dahulu. Sebagai contoh, bila karyawan tidak suka cara mereka diperlakukan, mereka akan pindah kerja. Seorang manajer dengan bahasa tubuh yang buruk akan membuat karyawan keluar lebih cepat.

3.2. Bentuk-Bentuk Bahasa Tubuh

Dalam penggunaannya, bahasa tubuh seringkali digunakan sebagai isyarat pesan palsu untuk tujuan tertentu. Hal ini dapat dihindari dengan mengenal jenis-jenis bahasa tubuh yang ada. Bentuk dan tipe umum dari bahasa tubuh menurut Beliak dan Baker (1981) ada tiga, yaitu:

Kontak Mata :

Kontak mata mengacu pada suatu keadaan penglihatan secara langsung antar orang saat sedang berbicara. Melalui kontak mata, seseorang dapat menceritakan kepada orang lain suatu pesan sehingga orang akan memperhatikan kata demi kata melalui tatapan. Misalnya pandangan yang sayu, cemas, takut, terharu, dapat mewarnai latar belakang psikologis kita. Penelitian menunjukkan bahwa seorang pendengar menggunakan kontak mata lebih sering daripada pembicara. Presentase kontak mata antara pendengar dan pembicara disajikan dalam tabel di bawah ini.

                 Tabel 1.1 Presentase Kontak Mata Oleh Pelaku Komunikasi

Pelaku komunikasi Presentase Kontak Mata
Pembicara 30%
Pendengar 70%

 

Sejak kontak mata dilakukan, orang langsung dapat mengukur sejauh mana kemampuannya dalam melakukan komunikasi.

  1. Ekspresi wajah

Ekspresi wajah meliputi pengaruh raut wajah yang digunakan untuk berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan. Wajah setiap orang selalu menyatakan hati dan perasaannya. Wajah ibarat cermin dari pikiran dan perasaan. Melalui wajah orang juga bisa membaca makna suatu pesan.

Ekspresi wajah juga dapat dilihat ketika memandang seseorang yang dianggap sebagai orang yang polos/lugu atau dianggap kejam/dingin. Hal ini didasari oleh ada sebuah ekspresi wajah yang nampak pada seseorang tidak menunjukkan sebuah perubahan seperti yang dilakukan oleh orang lain ketika mendengar atau mengetahui suatu peristiwa, baik kesedihan maupun kegembiraan, keanehan atau kelayakan, kabaikan atau keburukan, dan sebagainya,

  1. Gestures (Gerakan Tubuh)

Gestures merupakan bentuk perilaku non-verbal pada gerakan tangan, bahu, jari-jari, dan kaki. Seseorang sering menggunakan gerakan anggota tubuh secara sadar maupun tidak sadar untuk menekankan suatu pesan. Ketika seseorang berkata “Pohon itu tinggi”, atau “Rumahnya dekat”, maka orang tersebut pasti menggerakkan tangan untuk menggambarkan deskripsi verbalnya. Lain halnya ketika seseorang berkata “Letakkan barang itu!”, “Lihat pada saya!”, maka yang bergerak adalah telunjuk yang menunjukkan arah. Ternyata manusia mempunyai banyak cara yang bervariasi dalam menggerakkan tubuh dan angota tubuhnya ketika sedang berbicara. Orang yang cacat bahkan berkomunikasi hanya dengan tangan saja.

      Setiap gerakan tubuh mengkomunikasikan beberapa fungsi yang oleh Ekman dan Friesen dikategorikan sebagai :

  • Emblem           : Gerakan mata tertentu, merupakan simbol yang memiliki   kesetaraan dengan simbol verbal.
  • Ilustrator         : Tanda-tanda non-verbal dalam komunikasi. Tanda ini
    merupakan gerakan anggota tubuh yang menjelaskan atau menunjukkan sesuatu.

Contoh : Seorang ayah yang melukiskan tinggi badan anaknya dengan menaikturunkan tangannya dari permukaan tanah.

Ilustrator memiliki 8 bentuk, antara lain :

  1. Batons : Suatu gerakan yang menunjukkan tekanan tertentu  pada pesan yang disampaikan.
  2. Ideographs : Gerakan membuat peta atau mengarahkan pikiran.
  3. Deitic Movements : Gerakan untuk menunjukkan sesuatu.
  4. Apatial Movements : Gerakan yang melukiskan besar atau kecilnya ruangan.
  5. Kinetographs : Gerakan yang menggambarkan tindakan fisik.
  6. Rhytmic Movements : Gerakan yang menunjukkan suatu irama tertentu.
  7. Pictographs : Gerakan yang menggambarkan sesuatu di udara.
  8. Emblematic Movements : Gerakan yang menggambarkan suatu pernyataan verbal tertentu.

Setiap bentuk ilustrator yang diuraikan di atas memiliki penafsiran yang kurang jelas, hal ini dikarenakan seseorang tidak hanya menggunakan satu bentuk ilustrator, tetapi beberapa bentuk sekaligus dalam berkomunikasi.

  • Adaptor : Gerakan anggota tubuh yang bersifat spesifik.

Beberapa jenis adaptor beserta contohnya disajikan dalam table 1.2

Tabel 1.2 Contoh dari Jenis-Jenis Adaptor

Adaptor Contoh
Self adaptor Menggaruk kepala, menunjukkan kebingungan
Alter adaptor Mengusap kepala orang lain sebagai tanda kasih sayang

 

  • Regulator : Gerakan yang berfungsi mengarahkan, mengawasi, mengkoordinasi interaksi dengan seksama. Contoh : menggunakan kontak mata sebagai tanda untuk memperhatikan orang lain yang sedang berbicara dan mendengarkan orang lain.
  • Affect Display : Menggambarkan emosi dan perasaan. Wajah merupakan media yang digunakan dalam affect display untuk menunjukkan reaksi terhadap pesan yang direspon.

Selain tiga bentuk bahasa tubuh yang telah diuraikan di atas, terdapat beberapa jenis bahasa tubuh lainnya, seperti sentuhan, postur tubuh dan gaya berjalan, suara, dan gerak isyarat.

  1. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal yang bersifat spontan. Sentuhan dapat menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau ­­­­­­simpati, dan sebagainya.
  2. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatan seseorang.
  3. Suara seperti rintihan, menarik nafas panjang, serta tangisan merupakan beberapa ungkapan perasaan dan pikiran seseorang.
  4. Gerak isyarat adalah yang dapat mempertegas pembicaraan.

Dengan mengetahui bentuk dan jenis bahasa tubuh, memungkinkan seseorang mengetahui cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Komunikasi yang baik merupakan awal dari terciptanya suatu hubungan sosial yang baik pula. Seseorang bahkan dapat menjadi pemimpin yang handal dengan membangun komunikasi yang baik dengan orang lain. Selain itu, dengan memahami bahasa tubuh yang diberikan oleh orang lain, seseorang dapat terhindar dari isyarat pesan palsu yang akan merugikan. Bila telah menyadari manfaat bahasa tubuh dalam berkomunikasi, maka seseorang akan mampu memonitor dirinya sendiri.

3.3. Penggunaan Bahasa Tubuh

Beberapa contoh bahasa tubuh di berbagai Negara antara lain :

Di Amerika atau di Eropa diperbolehkan menggunakan tanda V sebagai
lambang kemenangan (Victory), tetapi di Afrika Selatan tanda V tidak boleh digunakan. Di Australia, Amerika, dan Indonesia, ibu jari yang diacungkan merupakan isyarat yang kasar. Di Austria dan Belanda tidak diperkenankan berbicara dengan tangan di saku karena dianggap sebagai sesuatu yang tidak sopan karena mencerminkan kesombongan dan keangkuhan.

Penggunaan bahasa tubuh yang keliru dalam suatu masyarakat yang di dalamnya terdapat suku yang berbeda dapat menyebabkan pertikaian dan permusuhan. Contohnya ketika orang Kalimantan melihat orang Madura yang selalu membawa celurit1 tanpa sarung, orang Kalimantan tersebut akan menganggap orang Madura ingin mengajaknya berperang, sehingga seringkali menimbulkan konflik antarsuku. Hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan saling memahami budaya antarsuku satu sama lain.

1 senjata tajam khas daerah Madura yang berbentuk seperti bulan sabit.  

BAB IV

PENUTUP

 

4.1. Kesimpulan

Dalam Faktanya Penelitian telah menunjukkan bahwa 80% komunikasi antara
manusia dilakukan secara non-verbal. Banyak interaksi dan komunikasi yang terjadi
dalam masyarakat yang berwujud non-verbal. Komunikasi non-verbal ialah penyampaian arti (pesan) tanpa kata-kata yang tercermin pada bahasa tubuh dan intonasi verbal. Salah satu komunikasi non-verbal ialah bahasa tubuh. Bahasa tubuh digunakan saat kata-kata tidak dapat mewakili perasaan atau situasi yang ada sehingga bahasa tubuh menjadi penting untuk dipelajari.

Bahasa tubuh yang tidak sesuai penempatannya dapat menimbulkan konflik, sehingga bahasa tubuh perlu dipelajari. Salah satu keuntungan dari mempelajari bahasa tubuh adalah membangun suatu komunikasi yang baik yang merupakan awal dari terciptanya suatu hubungan sosial yang mantap dengan orang lain.

4.2. Saran

            Bahasa tubuh dalam percakapan memiliki peran yang penting dalam menumbuhkan kepercayaan seseorang dan membangun sebuah hubungan yang baik dengan orang lain, akan tetapi untuk mencapai hal tersebut diperlukan keahlian dalam menggunakan dan menafsirkan bahasa tubuh.

            Untuk dapat menggunakan bahasa tubuh dengan baik, seseorang sebaiknya wapada terhadap petunjuk non verbal palsu, menjaga jarak yang wajar, menggunakan sentuhan yang tepat dengan lawan bicara, menghormati status dengan kontak mata, serta menggunakan jabatan tangan yang sesuai dengan kepribadian dan tujuan dari komunikasi yang dilakukan. (Ida Yuhana dkk, 2006)

DAFTAR PUSTAKA

 

Blake, Reed H. Haroldsen, Edwin O. 2003. Taksonomi Konsep Komunikasi. Surabaya: Papyrus.

Cohen David. 1992. Bahasa Tubuh dalam Pergaulan. London, Sheldon Press, SPCK. Effendy.

Lim Nan Sen, Irwin. 1987. Bahasa Tubuh/Body Talk. Batam: Inter Aksara.

Liliweri Alo. 1994. Komunikasi Verbal dan Nonverbal. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.

Mulyana Deddy. 2001. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Onong U. 1989. Kamus Komunikasi. Bandung: Mandar Maju.

Yuhana Ida, Ninuk Purnaningsih, Siti Sugiah Mugniesjah. 2006. Dasar-Dasar Komunikasi. Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia: Institut Pertanian Bogor.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: